Primary tabs

Wujudkan Desa Sejahtera, Bappeda Bangka Dirikan Sekolah Perencanaan

Body: 

SUNGAILIAT – Desa harus menjadi episentrum baru dalam membangun Kabupaten Bangka ke depan. Desa bukan menjadi halaman belakang yang terpunggungi tetapi menjadi halaman depan. Pembangunan desa harus menjadi fondasi dasar dalam pembangunan.

Berbagai permaslahan pembangunan mendasar seperti sumber daya manusia, kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, ketimpangan dan infrastruktur dasar bertumpu di pedesaan.
Salah satu permasalahan mendasar yang harus segera diintervensi untuk menyelesaikan permasalahan mendasar di desa adalah melakukan penguatan dokumen perencanaan.
Aspek perencanaan menjadi siklus krusial pembangunan sebagai input awal. Tahap selanjutnya mengimplementasikan program dan kegiatan.

Mendesain perencanaan yang berkualitas akan menghasilkan implementasi yang terukur, teruji dan berdampak.

Hasil pemetaan, analisis dan observasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka bahwa siklus perencanaan yang menghasilkan RPJM Desa dan RKP Desa menyimpan masalah dalam proses perumusannya, khususnya terkait kualitas sejak di tingkat RT, RW, dusun dan desa.

Oleh Karena itu, perlu dilakukan penajaman perencanaan. Hasil evaluasi Bappeda Kabupaten kota, terdapat permasalahan mendasar terkait kualitas dokumen perencanaan di tingkat desa. Lemahnya perencanaan berdampak terhadap tidak terungkitnya beberapa penyelesaian permasalahan di tingkat desa. Beberapa program yang dirumuskan dan alokasi pembiayaan belum berefek optimal terhadap peningkatan kesejahteraan dan pembangunan.

“Maka, perlu langkah percepatan untuk melakukan perbaikan dokumen perencanaan di tingkat pemerintah desa salah satunya melalui inovasi sekolah perencanaan,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto.

Dikatakannya, pemerintah desa dituntut untuk menyusun beberapa dokumen perencanaan yakni dokumen perencanaan desa enam tahunan atau yang disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa dan dokumen perencanaan desa tahunan atau yang disebut Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa.

Dokumen perencanaan sebagai cetak biru pembangunan memuat berbagai program, pembiayaan, target dan capaian selama periode tertentu. Sehingga, kualitas dokumen ini menjadi penentu arah dan kebijakan pembangunan.

“Dokumen perencanaan desa sangat penting untuk menunjang capaian pembangunan Kabupaten. Seluruh permasalahan makro ekonomi dan sosial lokus terkecilnya terdapat di desa seperti kemisikinan, pengangguran, perekonomian, ketimpangan, infrastruktur dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Jika permasalahan di tingkat desa teratasi maka permasalahan di tingkat kabupaten akan tuntas,” tambahnya.

Karenanya perlu sinergi perencanaan yang kuat dan terintegrasi. “Kami harus memulai memperkuat perencanaan dari bawah yaitu di lapisan pemerintah desa sebagai fokus baru perencanaan. Seluruh permasalahan pembangunan sentrumnya berada di desa. Jika permasalahan di desa dapat diintervensi maka permasalahan kabupaten akan clear,” ujar Pan Budi Marwoto.

Bupati Bangka, Mulkan, SH, MH mengapresiasi gagasan inovatif ini sebagai sebuah terobosan baru di bidang perencanaan untuk mengurai permasalahan, menemukan intervensi dan mendorong percepatan pembangunan di desa.

“Inovasi ini akan mengakselerasi perbaikan indikator makro ekonomi dan sosial di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Beberapa langkah dilakukan dalam pelaksanaan inovasi seperti penyusunan kurikulum perencanaan, proses kegiatan pendidikan, diskusi, seminar, bimtek, pendampingan, studi lapangan, monitoring dan evaluasi kegiatan serta praktik terbaik penyusunan dokumen perencanaan.

“Kegiatan ini menyasar seluruh perangkat desa seperti kepala desa, sekretaris desa, kaur dan kadus dan lembaga desa seperti Badan Permusyawaratan Desa, RT, RW, LPM Desa, Karang Taruna, Posyandu dan lain sebagainya,” jelas Darol Arkum, Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda Bangka.

Untuk memperkuat inovasi, dilakukan kerja sama dengan Badan Pusat Statitstik Kabupaten Bangka, Perguruan Tinggi, kolabirasi antar OPD, Pemerintah Desa, Dunia Usaha, lembaga sosial kemasyarakatan media massa, dan beberapa pemangku kepentingan lainnya.

“Inovasi sekolah perencanaan ini benar-benar mengakar menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan Indonesia,” tambahnya. (**)

Sumber: 
Babel Pos
Penulis: 
Rel