Primary tabs

Kepala BAPPEDA sampaikan konvergensi mewujudkan Bangka tanpa Stunting

Body: 

Rapat Koordinasi Stunting (25/02/19) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menghadirkan Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka Ir. Pan Budi Marwoto.,M.Si sebagai salah satu narasumber. Pada acara yang digelar di Hotel Tanjung Pesona tersebut, beliau membahas masalah “ Konvergensi: Mewujudkan Bangka Tanpa Stunting”. Upaya Koordinasi dan Sinkronisasi kebijakan diperlukan untuk mempercepat upaya menurunkan angka prevalensi stunting pada anak. Stunting dan penyakit tidak menular dapat dicegah melalui konvergensi kebijakan dan pelayanan. Visi Bupati Bangka 2019-2023 “Bangka Setara” salah satunya yaitu mewujudkan Kabupaten Bangka tanpa stunting, melalui lima langkah yang ditempuh yaitu komitmen, kampanye, konvergensi, akses pangan dan gizi dan Monev.
Anak balita dengan ganggian stunting dampak jangka pendeknya akan mengalami keterlambatan perkembangan otak, pertumbuhan masa tubuh dan metabolisme tubuh yang buruk. Sementara dampak jangka panjangnya kecerdasan yang kurang, kekebalan tubuh yang kurang dan mudah terkena penyakit tidak menular.
Secara Ekonomi, stunting menyebabkan kerugian yang cukup besar. Sehingga Kabupaten Bangka berkomitmen untuk menurunkan angka stunting dengan mengeluarkan berbagai kebijakan makro daerah yang mendukung kebijakan nasional.
Rapat koordinasi yang dihadiri lintas sektor tersebut mengharapkan agar setiap perangkat daerah, kecamatan dan desa memprioritaskan pananganan stunting sehingga akan lebih mudah dalam penanganan stunting.
Stunting bila tidak ditangani dapat menurunkan produktivitas Sumber Daya Manusia, selain itu juga berdampak pada ekonomi. Kabupaten Bangka berpotensi mengalami kerugian ekonomi akibat stunting mencapai 200 hingga 400 milyar per tahun.

Sumber: 
Bappeda
Penulis: 
Diah Asrina