BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka memaparkan kinerja dan prognosis pendapatan daerah meliputi pajak serta retribusi daerah Kabupaten Bangka, Rabu (7/5/2026).
Paparan dilakukan langsung Bupati Bangka Fery Insani didampingi Wakil Bupati Syahbudin serta dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangka.
Berdasarkan hasil paparan tersebut, Bupati Bangka Fery Insani mengatakan hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah pada triwulan I tahun berjalan masih berada pada jalur yang tepat.
Sejumlah target, khususnya terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), disebut masih sesuai dengan perencanaan meski tetap memerlukan sejumlah penyesuaian.
Dikatakan Fery Insani, evaluasi tidak hanya berfokus pada capaian, tetapi juga pada efektivitas program dan kebijakan di lapangan.
Salah satu langkah strategis yang diambil yakni menghapus sejumlah pungutan yang dinilai tidak lagi relevan dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
"Ada beberapa yang kita anggap tidak perlu lagi, kita evaluasi dan tidak kita pungut.
Pemerintah tidak perlu mengurus hal-hal yang tidak efektif," ujar Fery Insani kepada wartawan.
Selain itu, Pemkab Bangka juga melakukan perbaikan pada sejumlah sektor yang dinilai belum optimal, salah satunya pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan.
Di sisi lain, Pemkab mulai mengarahkan belanja yang bersifat investatif, terutama dalam pengembangan objek wisata dan infrastruktur pendukung untuk mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.
"Keberadaan objek wisata yang potensial akan kita benahi dan bangun. Ini bagian dari upaya meningkatkan daya tarik daerah sekaligus mendongkrak pendapatan," jelasnya.
Fery Insani memaparkan, target PAD tahun 2025 lalu sejumlah Rp250 miliar.
Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp270 hingga Rp280 miliar pada 2026, dan diharapkan mampu menembus Rp300 miliar pada 2027.
Kenaikan itu, menurut Fery, cukup signifikan sehingga membutuhkan strategi matang tanpa membebani masyarakat.
"Saya tidak menaikkan tarif. Yang kita lakukan adalah merapikan sistem, terutama di pasar dan sektor retribusi lainnya," paparnya.
Pemkab juga menargetkan tambahan sekitar Rp30 miliar dari sektor retribusi dengan rata-rata kontribusi mencapai 30 persen.
Sebagai bagian dari upaya itu, pemerintah berencana melakukan revitalisasi pasar pada tahun depan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangka Hariyadi menjelaskan, komponen PAD yang terus dioptimalkan meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta sumber-sumber pendapatan lainnya yang sah.
"Kalau secara umum, Insya Allah pada tahun 2026 bisa tercapai sesuai target," kata Hariyadi.
- 1 read

