BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Study Environmental Health Risk Assessment (EHRA) tahun 2026 di Ruang Walet Emas Novilla Boutique Resort, Sungailiat, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bangka, Drs. Dalyan Amrie.
Turut hadir dalam acara tersebut Perwakilan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, serta seluruh Camat se-Kabupaten Bangka.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat memahami peran dan fungsi EHRA dalam strategi sanitasi daerah.
Selain itu, peserta juga diharapkan paham akan kebijakan pelaksanaan, metodologi, serta variabel-variabel yang ada di dalamnya.
"Kami berharap peserta memahami studi EHRA dalam program percepatan sanitasi permukiman, serta peran desa dalam mendukung kegiatan ini.
Peran Bapak Camat yang hadir merupakan dukungan luar biasa untuk keberhasilan studi EHRA ini," ujar Nora.
Lebih jauh ia menambahkan, pemahaman mengenai konsep pendekatan dan pengumpulan data yang valid menjadi kunci utama agar hasil studi ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Sementara itu, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka, Drs. Dalyan Amrie menjelaskan bahwa Study EHRA merupakan survei partisipatif yang bertujuan memetakan fasilitas sanitasi, higiene, dan perilaku masyarakat.
Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar advokasi untuk mendukung percepatan program Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) serta meminimalkan risiko kesehatan lingkungan.
"Studi ini bertujuan menyediakan data primer bagi advokasi sanitasi.
Fokusnya adalah melihat kondisi fasilitas sanitasi yang ada di lapangan.
Data ini penting agar kita tahu potret sebenarnya dan bisa membuat kebijakan yang tepat," jelas Dalyan.
Dalam kesempatannya, Dalyan juga berpesan agar seluruh pihak yang terlibat dapat melaksanakan tugas dengan baik.
Pengumpulan data harus dilakukan secara valid, dan pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan dengan cara yang humanis agar data yang didapat akurat.
"Semoga upaya kita bersama ini dapat mewujudkan kesehatan masyarakat yang berkualitas dan seluruh warga sudah dapat mengakses fasilitas sanitasi yang layak," harapnya.
Nara sumber Rakor Study Environmental Health Risk Assessment (EHRA) Kabupaten tahun 2026, yakni dari Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bappeda Bangka, Dinas Perumahan, Kawasan.
Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bangka dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka.
- 1 read

