Pemerintah Kabupaten Bangka meraih nominasi pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat provinsi tahun 2021. Itu setelah inovasi Si Tumbuh Cerdas berhasil menjadi salah satu nominasi Top 9 Inovasi Pelayanan Publik dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Kep. Bangka Belitung Nomor : 188.44/813/VI/2021, Tanggal 30 Agustus 2021 tentang Penetapan Top 9 Inovasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Inovasi yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ini telah berhasil menyisihkan inovasi-inovasi dari daerah lainnya. Lolosnya inovasi ini telah melewati berbagai tahapai mulai dari seleksi administrasi hingga ke tahap penilaian proposal, dan selanjutnya ditetapkan 9 top inovasi oleh tim penilai. Untuk akan dilaksanakan tahapan Presentasi dan wawancara serta verifikasi lapangan oleh tim penilai serta tim panelis bersama pemangku kepentingan lainnya untuk menggali informasi lebih mendetail mengenai aspek kebermanfaatan inovasi serta aspek lainnya untuk masyarakat secara luas sebagai salah satu tahapan untuk menuju Top 3 inovasi.
Si Tumbuh Cerdas merupakan akronim dari Aksi Kolaborasi penurunan stunting agar bayi hidup cerdas dan sehat. Inovasi ini menginisiasi pencegahan gagal tumbuh pada periode usia 0–2 tahun pada anak yang akan mempengaruhi status gizi dan kesehatan pada usia dewasa. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan masalah stunting, mengingat tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Bangka.
Pemerintah Kabupaten Bangka telah melaksanakan intervensi terintegrasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program percepatan penurunan stunting yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan yaitu pemerintah pusat, Kementerian Agama, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, lembaga swadaya masyarakat/filantropi serta masyarakat.
Dampak Inovasi Si Tumbuh Cerdas (Aksi Kolaborasi Penurunan Stunting Agar Bayi Hidup Cerdas dan Sehat) telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting yang sangat luar biasa di Kabupaten Bangka dimana pada tahun 2018 sebesar 18,2% menurun sangat signifikan menjadi 8,9% pada tahun 2019.
Bupati Bangka, Mulkan, SH., MH mengapresiasi capaian dalam menggagas inovasi ini. Ia juga menyatakan prestasi ini merupakan pencapaian dari seluruh element pemerintahan Kabupaten Bangka yang terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan dalam melayani masyarakat.
Lebih lanjut, Ia berharap hasil ini dapat menjadi motivasi dalam meningkatkan etos kerja agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat terus menjadi lebih baik, dalam perkembangan nya tentunya pemerintah pusat akan memperhatikan pemerintah daerah yang terus berinovasi dalam memberikan pelayan-pelayanan yang ada di daerah sehingga akan membantu pembangunan yang ada di Kabupaten Bangka.
Sementara itu, Kepala Kelompok Kerja (Pokja) Stunting Kabupaten Bangka sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka, Ir. Pan Budi Marwoto mengatakan upaya penurunan prevalansi balita pendek atau stunting merupakan prioritas Pembangunan Nasional, Kabupaten Bangka sendiri menjadi salah satu lokus intervensi penurunan stunting terintegrasi sehingga inovasi ini sudah kita rancang dan kita rencanakan dengan sebaik mungkin.
Ia menyampaikan, sebelumnya prestasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka ini telah mendapatkan penghargaan dari Sekretariat Wakil Presiden RI sebagai 10 TOP Kabupaten dengan model terbaik (best practice) penurunan stunting di tingkat nasional. Model terbaik percepatan penurunan stunting Kabupaten Bangka ini telah dipresentasikan di tingkat nasional oleh Bupati Bangka untuk dijadikan sebagai best practice (model terbaik) oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Provinsi Tahun 2021 ini diikuti oleh pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Kep. Bangka Belitung, kompetisi ini untuk menjaring inovasi pelayanan publik terbaik di daerah masing-masing.
- 111 reads

