BABELPOS.ID - Kabupaten Bangka kembali terpilih sebagai kabupaten terbaik dalam kompetisi inovasi pelayanan publik di Indonesia tahun 2023. Penghargaan ini membuktikan inovasi telah menjadi tradisi yang tersistematis dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Penghargaan sebagai kabupaten terbaik inovasi pelayanan publik top 45 dan top 15 penganugerahan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diinisiasi oleh oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Pengumuman penghargaan kabupaten terbaik top 45 dan top 15 dalam penyelenggaraan pelayanan publik disampaikan melalui surat Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor B/404/PP.00.05/2023 tanggal 31 Juli 2023 tentang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Kompetisi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, dan BUMD Tahun 2023.
Kompetisi diikuti oleh peserta Kabupaten/Kota, Provinsi, Kementerian, Lembaga, BUMN dan BUMD seluruh Indonesia.
Pada tahun 2023 jumlah yang terdaftar sebanyak 6.110 inovasi sedangkan yang lolos tahap pertama hanya 3.381 inovasi. Inovasi Kabupaten Bangka yang mendapat penghargaan top 45 adalah inovasi Pengelolaan Ekosistem Laut dan top 15 adalah Gerbang Lestari. Kedua inovasi tersebut diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Bangka dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan pembangunan.
Penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik merupakan anugerah yang 9 kali secara berturut-turut diterima oleh Kabupaten Bangka. Pemerintah pusat telah memberikan penilaian dan penghargaan terhadap inovasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat memberikan penghargaan dan/atau insentif kepada pemerintah daerah yang berhasil melaksanakan praktik-praktik inovatif dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.
Penghargaan melalui tahapan yang sangat ketat dan panjang mulai Bulan Mei-Juli 2023 dan tahapan penilaian yang akuntabel mulai seleksi administrasi, penilaian proposal oleh evaluator, penilaian presentasi wawancara serta tahapan verifikasi lapangan. Para penelis independen melibatkan para akademisi, para pakar, praktisi media.
Bupati Bangka, Mulkan, SH, MH mengapresiasi atas kerja keras dan kerja cerdas Organisasi Perangkat Daerah dalam memproduksi inovasi secara berkualitas dan mampu bersiang di level nasional.
“Salah satu faktor urgensif menentukan progresivitas dan daya saing suatu daerah adalah inovasi. Pemkab Bangka telah merumuskan kerangka kelembagaan yang sangat kuat dan tersistematis agar inovasi menjadi tradisi yang membumi dalam setiap proses bisnis penyelenggaraan pemerintahan,” jelas Mulkan SH, MH.
Inovasi juga dijadikan gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pembangunan pemerintah daerah, perguruan tinggi, perusahaan, pemerintah desa, mahasiswa/pelajar dan komunitas marjinal. Inovasi sebagai kalkulus gagasan baru agar mudah diterima, dan dibutuhkan upaya kolaboratif, repititif, demonstratif, konsistensi, dan diinternalisasi oleh organisasi. Ikhtiar ini membutuhkan komitmen dan keberanian yang kuat. Tambah Mulkan SH, MH.
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin S.IP, M.Tr.IP, menarasikan bahwa praktik inovasi alam penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu diperkuat dengan langkah-langkah strategis berkelanjutan agar inovasi penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi masif dan replikatif.
"Penghargaan ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka telah berhasil menumbuhkembangkan dan menyebarluaskan praktik-praktik inovasi yang baik secara sustain dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan sehingga ke depan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ungkap Syahbudin, S.IP, M.Tr.IP.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka Ir. Pan Budi Marwoto, M.Si menyampaikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai koordinator dan fasilitator kelembagaan dalam penguatan keinovasian daerah telah melakukan berbagai langkah strategis memperkuat kelembagaan inovasi, menciptakan sistem inovasi yang kuat dan tangguh serta mengkulturisasi inovasi dalam setiap program dan kegiatan pembangunan.
“Kami memperkuat kelembagaan inovasi sehingga terbentuk piranti dan kulturisasi inovasi yang matang. Seluruh program dan kegiatan dalam dokumen perencanaan diarahkan pada penciptaan inovasi. Inovasi berbasis pada program dan kegiatan serta sub kegiatan. Inovasi dirumuskan dalam bentuk program dan kegiatan serta sub kegiatan. Pola hubungan dua arah ini ternyata mampu secara masif memproduksi ribuan inovasi di Kabupaten Bangka ke depan,” jelas Pan Budi Marwoto.
Pan Budi Marwoto juga menambahkan bahwa penguatan inovasi harus menjadi collaborative action seluruh masyarakat multi tingkat. Gerakan bersama menjadi sistem yang tersirkularisasi membentuk sebuah tradisi yang mengakar kuat. Untuk mengkongkritkan agenda besar tersebut, Bappeda telah merancang gerakan 1001 inovasi, sekolah inovasi, forum inovasi dan laboratorium inovasi sebagai wadah hulu hilir intervensi inovasi.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Bangka, Darol Arkum, menjelaskan keberhasilan penguatan inovasi didasari atas kerangka kerja yang tersistematis, terukur dan target yang jelas. (*)
- 11 reads

