BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka kembali terima penghargaan Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat nasional se-Indonesia.
Sebelumnya, inovasi pelayanan publik milik Pemkab Bangka yang bernama Gerakan Pembangunan Melestarikan Lingkungan atau disingkat 'Gerbang Lestari' masuk dalam kategori Top-99.
Kini, inovasi yang digagas oleh Bappeda Kabupaten Bangka untuk Pemkab Bangka tersebut naik menjadi Top-45 untuk klaster kabupaten se-Indonesia.
Pemberian sertifikat dan trofi penghargaan tersebut dilakukan secara virtual oleh Kemenpan-RB kepada Pemkab Bangka yang diterima oleh Sekda Bangka, Andi Hudirman, Selasa (9/1/2021) di rumah dinas Bupati Bangka.
"Alhamdulillah dari sekian ribu inovasi yang ada di Indonesia, Kabupaten Bangka mendapat penghargaan Top-45," kata Andi.
Diketahui bahwa inovasi 'Gerbang Lestari' dilakukan terhadap Kampung Reklamasi Air Jangkang, Merawang yang mulanya adalah lahan eks tambang.
Di tempat tersebut terdapat berbagai macam wahana permainan seperti motor ATV, perahu-perahu dan lain sebagainya.
Selain itu, ada juga perkebunan berbagai macam buah-buahan serta tempat konservasi satwa.
"Jadi Pemkab Bangka bersama PT Timah mengelola lahan eks tambang tersebut sehingga saat ini telah menjadi lokasi wisata ecopark," jelas Andi.
Kata Andi, atas penghargaan yang diterima hari ini membawa Pemkab Bangka mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 8 miliar pada tahun 2022.
Menurut Andi, daerah-daerah lainnya yang juga mendapatkan Top-45 inilah yang nantinya akan menerima bonus Rp 8 miliar tersebut.
"Dana tersebut akan dicairkan bersamaan dengan anggaran tahun 2022 dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID)," ucapnya.
Andi menuturkan bahwa penentuan Top-45 KIPP ini dinilai dan ditentukan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kemenpan-RB.
Setidaknya ada 3 tahap yang harus dipenuhi oleh Pemkab Bangka untuk masuk kategori Top-45 KIPP tersebut.
Pertama adalah penilaian oleh tim evaluasi dari akademisi yang dibentuk langsung oleh Kemenpan-RB.
Selanjutnya, penilaian oleh tim panelis independen yang terdiri dari para ahli/profesional di tingkat nasional.
Kemudian, penilaian presentasi yang kala itu penyampaian inovasi dilakukan langsung oleh Bupati Bangka.
"Jadi dari 3 tahap itu kita dinilai layak untuk masuk Top-99 yang kemudian dikerucutkan lagi menjadi Top-45 nasional," imbuhnya.
- 46 reads

