Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi fokus utama pembangunan Pemerintah Kabupaten Bangka. Keterbatasan akses terhadap pemenuhan kebutuhan gizi yang menyebabkan anak gagal tumbuh masih menjadi masalah utama pembangunan generasi yang cerdas dan unggul di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Bangka, masih terdapat beberapa kasus anak yang memiliki gizi kurang yang menyebabkan gagal tumbuh. Namun demikian, keberhasilan percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bangka menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Angka penurunan stunting terus menurun signifikan selama 5 tahun terakhir dari 9,8% tahun 2018 menjadi 1,68 pada tahun 2021.
Capaian ini terus mendorong Pemerintah Kabupaten Bangka untuk menurunkan angka stunting melalui kolaborasi dengan berbagai dunia usaha menginisiasi program “Aksi Kolaborasi bersama percepatan penurunan stunting”. Program ini dilakukan untuk mempercepat penunanan stunting di Kabupaten Bangka dengan berbagai program pendukung dalam penanganan stunting. Program mencegah terjadinya kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan melalui Peningkatan Perbaikan Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak, Penyediaan Konseling Gizi dan Praktek Pengasuhan dan Gizi Ibu dan Anak, Penyediaan Konseling Pengasuhan Untuk Orang Tua serta peningkatan sarana dan prasarana sumber air minum layak.
Sebagai keseriusan dan pencapaian target zero stunting tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Bangka menggelar inisiatif untuk menginspirasi lebih banyak pihak baik masyarakat dan juga para pelaku CSR agar dapat terlibat dan melanjutkan dukungan kepada program percepatan pembangunan manusia Indonesia berkualitas sebagai generasi emas masa depan.
Pada kesempatan ini ditandatangani kerjasama dengan dunia usaha, yaitu kerjasama Pemerintah Kabupaten Bangka dengan Perusahaan Rafined Bangka Tin, kerjasama Tim Percepatan Penurunan Stunting dengan Forum Tanggungjawab Badan Usaha Dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial serta Kerjasama Pemda Bangka dengan Kamar Dagang dan Industri Kab. Bangka. Selain itu, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Dinas Sosial dan Camat Sungailiat dengan Divisi Corporate Social Responsibility PT. Refined Bangka Tin serta Perjanjian Kerjasama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan Taman Belajar. Beberapa inisiatif kerjasama tersebut diarahkan untuk percepatan penanganan stunting tahun 2023.
Tentu, dalam mewujudkan program penanganan stunting di Kabupaten Bangka, perlu pelibatan dan dukungan para mitra dan masyarakat. Mulkan S.H, M.H, Bupati Bangka menyatakan “Dalam setiap program pemerintah, partisipasi masyarakat dan para mitra dunia selalu menjadi bagian penting. Dengan melibatkan masyarakat dan para mitra dunia usaha dalam setiap proses pembangunan akan menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian yang tinggi dalam menyelesaikan berbagai isu dan permasalahan pembangunan termasuk program stunting. Dalam implementasi program ini kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti dunia bisnis/usaha, dan pemerintah daerah mutlak dibutuhkan.
Firdaus, Asisten Manajer QHSE-CSR PT. RBT menuturkan “Program CSR penanganan stunting di Kabupaten Bangka merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility Perusahaan Refined Banka Tin dengan Pemerintah Kabupaten Bangka di bidang kepedulian dan komitmen membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Kolaborasi kami RBT dan Pemda Bangka menjadi jembatan positif bagi perubahan yang lebih baik bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga pembiayaan dan program pembiayaan penanganan stunting yang diberikan dapat bermanfaat dan dipertahankan kesinambungannya.”
Sementara Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Bangka menyampaikan “Kami meyakini, pelibatan dunia usaha dalam aksi penurunan stunting akan mempercepat target ambisius pencapaian zero stunting di Kabupaten Bangka dan ini wujud komitmen kami yang tinggi dalam mengintervensi isu-isu sosial yang saat ini menjadi permasalahan mendasar di Indonesia,” ujar Kwartanto, Kepala KADIN Kab. Bangka.
Ketua Forum Corporate Social Responsibility Kab. Bangka mengungkapkan bahwa pelibatan berbagai pihak dalam upaya penanganan stunting mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan pencapaian tujuan pembangunan di Kab. Bangka. “Kami mendukung penuh Pelibatan stakeholders dalam upaya mempercepat penanganan stunting di Kab. Bangka. Kolaborasi bersama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di Kab. Bangka akan mempercepat penanganan berbagai isu pembangunan di Kab. Bangka, ungkap Bayu Seno, ketua forum CSR Kab. Bangka.
Mulkan, SH. MH, Bupati Bangka mengungkapkan “Atas nama masyarakat Bangka, kami sangat berterimakasih atas bantuan dari perusahaan RBT. Program penanganan stunting bersama ini diharapkan memberikan dampak positif bagi warga Kabupaten Bangka. Program ini bisa menginspirasi dan mendorong banyak pihak untuk bekerjasama membantu menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat di Kabupaten Bangka khususnya dalam penanganan stunting.”
Pemerintah Kabupaten Bangka menargetkan tahun 2023 zero stunting. Kami terus mengembangkan inovasi pembiayaan dan kolaborasi bersama dalam penanganan stunting dengan mengintervensi berbagai faktor dalam upaya percepatan penagnan stunting. Partisipasi swasta, perusahaan, masyarakat, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan lembaga keuangan perbankan terus kita dorong. Jelas Mulkan, SH, MH, Bupati Bangka.
Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bangka dalam percepatan penangan stunting dibuktikan beberapa terobosan dalam aksi kolaborasi bersama. Inovasi SI TUMBUH CERDAS (Aksi Kolaborasi Penurunan Stunting Agar Bayi Hidup Cerdas dan Sehat) diusung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Inovasi mengupas gagasan inovatif untuk mencegah terjadinya kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis berhasil meraih penghargaan terbaik inovasi pelayanan publik di level Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2021.
Syahbudin, S.IP, M.Tr.IP mengungkapkan “Kami sangat senang dan bangga berkolaborasi dengan berbagai dunia usaha untuk bersama berperan dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bangka. Kami berharap, program ini tidak berhenti sampai di sini, namun bisa berkembang dan terus berkelanjutan, tentunya melalui dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak yang lebih banyak lagi, secara khusus Forum CSR di Bangka karena kebutuhan masyarakat Bangka dan pembiayaan pembangunan yang terbatas.”
Pan Budi Marwoto, Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka menjelaskan “program bersama ini akan memperkuat upaya percepatan penanganan stunting dan akan berhasil menekan angka dan penurunan angka stunting secara signifikan serta mampu meningkatkan akses ketersediaan gizi sebagai kebutuhan dasar masyarakat dan fasilitas pendukung intervensi lainnya”.
Aksi bersama penanganan stunting di Kabupaten Bangka dilakukan bersama dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk dunia usaha. Penandatanganan kerjasama ini diharapkan memberi inspirasi membuka cakrawala seluruh level masyarakat dan pelaku CSR memaksimalkan posisi strategis untuk memberi sumbangsih membangun Kabupaten Bangka melalui aksi percepatan penanganan stunting. Peran dunia usaha berpartisipasi dalam pembangunan telah dirumuskan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Nomor 10 Tahun 2017 tentang tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan di Kabupaten Bangka.
- 45 reads
