BABELPOS.ID, SUNGAILIAT – Universitas Bangka Belitung (UBB) terus memperkuat komitmennya dalam membangun desa berbasis riset dan inovasi. Melalui program penelitian fundamental terapan, Tim Peneliti UBB menyerahkan bantuan berupa mesin pengolah cocopeat dan aplikasi pengelolaan sampah digital bernama "Trashflow" kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Rebo, Kabupaten Bangka.
Penyerahan prototipe inovasi ini dilakukan secara simbolis oleh ketua tim peneliti, Dr. Rulyanti Susi Wardhani, S.E., M.Si., kepada pengurus BUMDes dengan disaksikan oleh pemerintah desa, mitra masyarakat, serta mahasiswa pendamping.
Dr. Rulyanti menjelaskan bahwa riset ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat pedesaan. Agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang, pengelolaan inovasi sengaja diserahkan kepada BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa.
"Kami ingin hasil penelitian ini menjadi bagian dari sistem ekonomi desa, bukan berhenti sebagai kegiatan sesaat. Dengan kepastian kelembagaan di bawah BUMDes, inovasi ini diharapkan memiliki orientasi jangka panjang," ujar Dr. Rulyanti.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti yang terdiri dari Ir. Suhdi, Ph.D., Dr. Darus Altin, Alim Bahri, M.M., dan Muhammad Qomaruddin, M.Sc. ini turut menggandeng Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai mitra strategis.
Desa Rebo memiliki potensi limbah sabut kelapa yang sangat besar. Mesin pengolah cocopeat yang diserahkan berfungsi mengubah limbah tersebut menjadi media tanam bernilai ekonomi tinggi. Hal ini diharapkan mampu membuka unit usaha baru bagi BUMDes sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.
Di sisi lain, untuk mengatasi permasalahan lingkungan, UBB menghadirkan aplikasi Trashflow. Aplikasi ini menggunakan pendekatan digital dengan sistem pertukaran koin.
Mekanismenya, sarga menyetorkan sampah yang telah terpilah. Sebagai reward warga mendapatkan poin/koin digital yang dapat ditukar sesuai skema BUMDes.
"Seluruh transaksi tercatat secara digital, memudahkan pengelolaan berbasis data yang akuntabel," jelasnya.
Pemerintah Desa Rebo menyambut antusias kolaborasi ini. Dukungan teknologi dari perguruan tinggi dinilai sangat membantu desa dalam melakukan modernisasi tata kelola lingkungan dan ekonomi.
Sebagai langkah tindak lanjut, tim peneliti UBB berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan Desa Rebo mampu bertransformasi menjadi model percontohan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Kepulauan Bangka Belitung.
- 3 reads

