Pemkab Bangka terus melakukan Progam Inovasi baru dibidang kesehatan salah satunya Pos Pencegahan Stunting Seribu Hari Pertama Kehidupan atau disebut POS PENTING SEHAT MAPAN, program ini merupakan salah satu intervensi gizi spesifik yang menyasar langsung ke kelompok seribu hari pertama kehidupan yaitu ibu hamil, ibu yang mempunyai baduta dan anak dibawah dua tahun (baduta) di Kabupaten Bangka. Kegiatan ini terinspirasi dengan pos gizi balita untuk anak dengan gizi kurang dan gizi buruk yang memberdayakan kader dan PKK dalam mempraktekkan asupan dan perilaku makan minum pada Pos Penting Sehat Mapan ini sasarannya bumil dan baduta dalam rangka mencegah stunting.
Untuk menurunkan prevalensi stunting diperlukan upaya intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif, salah satu upaya intervensi gizi spesifik yang dilaksanakan oleh bidang kesehatan menyasar pada kelompok 1000 hari pertama kehidupan. Hal ini sejalan dengan misi kedua RPJMD Kabupaten Bangka yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berintegritas. Berdasarkan hasil riskesdas 2018, prevalensi stunting baduta di Kabupaten Bangka sebesar 18,2% dan berdasarkan data Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat secara by name by address terdapat 8,9% baduta stunting, masih ada 9 (sembilan) desa yang tinggi angka stuntingnya dengan angka di atas 20% salah satunya adalah Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat (25%).
Kegiatan ini dilaksanakan selama 12 (dua belas) hari dimulai pada tanggal 25 Oktober 2019 sd 5 November 2019 , bertempat di Posyandu Sehat Ceria Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat, peserta diikuti oleh 11 (sebelas) orang ibu hamil, dan 11 (sebelas) orang baduta beserta baduta. Aktifitas ini didanai oleh Dana Desa, swadaya masyarakat, CSR dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka 2019.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, “ Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mempersiapkan dan menyediakan makanan lokal sesuai prinsip gizi seimbang untuk ibu hamil dan anak dibawah dua tahun sebagai upaya perubahan prilaku dalam pemenuhan asupan zat gizi ibu hamil dan baduta dalam rangka percepatan penurunan stunting pada balita”. Ujar Then Suyanti
Pelaksanaan kegiatan ini lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi gizi seimbang “isi piringku”, Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan praktik pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) memasak menu gizi seimbang dan MPASI menu 4 (empat) bintang yang akan dimakan bersama dengan memanfaatkan pangan lokal dari desa setempat.
Diharapkan dengan adanya program percontohan ini mampu menularkan pada desa lain terutama desa lokus stunting yang ada di Kabupaten Bangka sehingga mampu mencapai pada level zero stunting di tahun 2023 .
- 35 reads

