KBRN, Bangka : Peserta Internasional Conference on Sustainable Environment, Agriculture and Tourism (ICOSEAT) dari 12 negara mengunjungi PT. Bangka Asindo Agri (BAA) Sungailiat melihat produksi ubi casesa dan rumbia menjadi tepung tapioka di perusahaan tersebut.
ICOSEAT ini sendiri berlangsung tanggal 21-23 Juli 2022, di Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat, diikuti 251 peserta delegasi 12 negara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Portugal, Austria, Denmark, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Vietnam dan tuan rumah Indonesia.
Direktur Utama PT. BAA, Fidrianto mengatakan, para peserta ICOSEAT menunjukkan antusiasme luar biasa. Mereka benar-benar ingin mengetahui bagaimana sagu itu diproses dari awal hingga akhir.
"Mereka sangat tertarik, mereka meminta untuk bisa kontak lebih lanjut, terutama tertarik sekali dengan pengelolaan sistem kita yang dari awal sudah terkonsep dengan sustainable, sesuai tema ICOSEAT-nya," katanya kepada rri.co.id, Sabtu (23/7/2022).
Dirinya berharap, para peserta ICOSEAT ini dapat memperoleh sesuatu yang bermanfaat dari kunjungan ke PT. BAA ini. Apalagi disebutnya yang datang kali ini rata-rata merupakan akademisi, peneliti, scientist.
"Kita juga dengan bangga perkenalkan sagu, singkong kita ini, yang menjadi salah satu alternatif pangan lokal yang akan mengambil bagian dari kontribusi pangan nasional dan dunia. Para peserta sangat antusias sekali," bebernya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana ICOSEAT, Chandra Setyawan mengungkapkan, jika kunjungan ke PT. BAA ini menjadi bagian kegiatan ICOSEAT.
Dipilihnya PT. BAA karena pihaknya melihat banyak hal menarik yang bisa dipelajari para peserta.
"Di PT. BAA ini mereka mengolah sendiri produksi sagu yang hanya ada di Indonesia, bahkan dunia ya Saya kira. Antusiasme peserta terutama yang dari luar negeri juga luar biasa, karena ini memang sesuatu yang baru mereka jumpai di sini," ungkapnya.
Selain melihat hal baru, para peserta pun dapat melihat proses produksi tapioka yang dilakukan PT. BAA.
"Di sini mereka bisa melihat semua prosesnya dari mulai material, lihat mesin-mesinnya, hingga jadi produk olahan, mereka juga belajar bagaimana pengolahan limbahnya," pungkasnya.
- 20 reads

