BABELPOS.ID - Kecamatan Merawang telah dijadikan sebagai salah satu kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Bangka.
Pengembangan Kawasan Pertumbuhan ekonomi baru ini dilatarbelakangi karena Kabupaten Bangka memiliki Mineral logam Tanah Jaring (LTJ) terbesar di Indonesia.
Orientasi pembangunan ekonomi dibangun di berbagai kawasan seluruh Kecamatan di Kabupaten Bangka agar tidak terkonsentrasi di suatu wilayah.
Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi disparitas ekonomi dan kesenjangan antar wilayah serta berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bangka Mulkan SH, MH, mengatakan, kawasan Wilayah Timur Kabupaten Bangka sangat prospektif untuk dilirik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangka harus terdistribusi secara merata di berbagai wilayah kecamatan sehingga terciptanya pemerataan wilayah dan mengurangi ketimpangan pendapatan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan percepatan investasi untuk menggali potensi strategis wilayah,” katanya saat melakukan peninjauan ke pabrik pengolahan LTJ PT Bersahaja (Berkat Sahabat Jaya) milik pengusaha lokal, Arbi Leo di Pal 9 Kecamatan Merawang, pekan lalu.
"Beliau ini merupakan pengusaha daerah Kabupaten Bangka yang telah berkiprah di level nasional, sehingga beliau saat ini terpanggil untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan potensi usaha yang ada di daerah kita dengan membangun pabrik pengolahan mineral LTJ saja, tetapi juga pengusaha pariwisata owner Hotel Pantai Indah Batu Bedaun," kata Mulkan.
Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Bangka Bangka sangat mengapresiasi para pengusaha lokal bahkan nasional yang terpanggil kembali untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pembangunan daerah.
"Seperti para pelaku sektor pariwisata di Kabupaten Bangka kebanyakan dimiliki para pengusaha putra daerah kita," ujarnya.
Diakuinya sektor pengolahan mineral ikutan timah ini sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang fantastis. Berdasarkan hasil penelitian, mineral-mineral yang mengandung unsur LTJ terdapat sebagai mineral ikutan dari kegiatan penambangan timah dan emas aluvial yang mempunyai peluang untuk diusahakan sebagai produk sampingan yang memberikan nilai tambah, sehingga dapat mengurangi bahan galian tertinggal dan bahan galian terbuang dalam suatu kegiatan penambangan. Potensi endapan timah dan emas alluvial di Indonesia cukup berlimpah termasuk di Kabupaten Bangka.
"Sebelumnya kita menganggap mineral ikutan timah ini adalah limbah yang tidak terpakai atau tidak bernilai ekonomi. Alhamdulillah dengan adanya dukungan dari pak Arbi Leo ini berhasil merubah mindset masyarakat terhadap mineral ikutan timah ini supaya bisa diolah dan bernilai ekonomi tinggi," ujar Mulkan.
Ditambahkannya, dari pengolahan mineral ikutan timah ini ternyata bisa didapatkan 17 jenis mineral lainya dengan nilai ekonomi yang tinggi.
"Semoga ke depan hasil dari pabrik pengolahan mineral ikutan timah ini bisa memberikan dampak terhadap perekonimian daerah dan devisa bagi negara kita," harap Mulkan.
Sementara itu Direktur PT Bersahaja, Leo Arbi mengatakan pabrik ini mengolah dan memurnikan mineral ikutan timah atau tailing timah yang selama ini dianggap sebagai limbah tambang timah.
"Ternyata tailing timah ini memiliki kandungan mineral yang sangat strategis, ke depan bisa digunakan untuk membangun daerah dan negara kita," kata Arbi Leo.
Diungkapkannya, ia mulai menekuni usaha ini sejak tahun 2018. Salah satu yang mendukung kegiatan ini adalah Bupati Bangka Mulkan, sehingga terus berani melangkah menekuni usaha ini.
"Ke depan kami akan membangun smelter titanium dengan bahan baku salah satunya dari hasil produk yang kami produksi ini," ujarnya.
Dijelaskannya, dari mineral LTJ, yakni monazite terkandung bahan untuk pembuatan mobil listrik, dan teknologi industri lainnya yang saat ini banyak diburu pengusaha dari luar.
"Juga ada bahan baku Thorium dan Uranium yang terkandung dalam LTJ tersebut. Saat ini ada perusahaan dari Amerika Serikat yang sudah melakukan komitmen dengan pemerintah provinsi untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir yang bahan bakunya ada di kita," ujarnya.
Sementara itu, akademisi sekaligus Peneliti pada Studi Pembangunan dan Kebijakan Publik Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pahlawan 12, Bambang Ari Satria, mengapresiasi langkah kerja cepat Pemerintah Kabupaten Bangka untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan wilayah melalui pembangunan industri Logam Tanah Jarang.
“Pendirian industri Logam Tanah Jarang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah dan meningkatkan Pemerataan Antar Wilayah Kecamatan. Kita berharap Kecamatan Merawang akan menjadi Kawasan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kabupaten Bangka dan keberadaan industri ini telah menciptakan lapangan pekerjaan baru," jelas Bambang Ari Satria. (**)
- 11 reads

