Primary tabs

Raih Top-45 Inovasi Terpuji Pelayanan Publik se-Indonesia, Kabupaten Bangka Terima DID Rp8 Miliar

Body: 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabupaten Bangka menerima dana insentif daerah (DID) sebesar Rp8 miliar runtuk APBD Tahun 2022 setelah memperoleh predikat Top-45 Inovasi Terpuji Pelayanan Publik se-Indonesia.

Kepala Bappeda Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto mengatakan bahwa sampai saat ini pemkab Bangka sangat progresif melakukan perbaikan dan terobosan baru dalam mendesain perencanaan program pembangunan di bidang pelayanan publik.

Hal tersebut guna mencapai target-target pembangunan sebagaimana yang diamanatkan RPJMD,

"Kita terus memproduksi berbagai inovasi yang telah melahirkan program-program inovatif," kata Pan Budi, Rabu (4/8/2021).

Seiring adanya inovasi-inovasi tersebut, Pan Budi mengatakan bahwa hal tersebut sangat berdampak baik ke berbagai indikator makro ekonomi dan sosial juga terus menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan.

Meski sampai saat ini masih terus berjuang melawan Pandemi Covid-19, ia menuturkan bahwa berapa kinerja sektoral strategis berpotensi mengalami kontraksi dan sektor pelayanan publik menghadapi tantangan resiliansi.

"Kita menghadapi tantangan yang sangat berat dan serius akibat pandemi Covid-19. Kita perlu melakukan lompatan besar untuk melakukan langkah-langkah terukur, cepat dan tepat melalui inovasi untuk percepatan pemulihan ekonomi dan perbaikan kualitas pelayanan publik," tegasnya.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin menyatakan bahwa Inovasi merupakan kunci esensial untuk memecahkan berbagai sumbatan problematika pembangunan dan pelayanan publik.

"Untuk mentradisikan inovasi sebagai sebuah budaya kerja, Pemkab Bangka telah mewajibkan kepada seluruh perangkat daerah untuk terus melakukan inovasi secara berkelanjutan," papar Syahbudin.

Dengan mentradisikan inovasi sebagai sebuah peradaban baru, Syahbudin menilai hal tersebut akan mempercepat perwujudan refromasi pelayanan publik di Kabupaten Bangka.

Sementara itu, Bupati Bangka, Mulkan menyatakan bahwa penerapan kolaborasi pentahelix dalam pembangunan dilakukan oleh semua dan untuk semua stakeholder.

'"Tugas pembangunan merupakan tanggung jawab kita bersama yang tergabung dalam pilar pentahelix, yaitu pemda, pelaku usaha, masyarakat, akademisi dan media massa," tambah Mulkan.

Sejauh ini, penerapan kolaborasi pentahelix dalam pembangunan Indonesia belum begitu meluas karena kompleksitasnya yang cukup tinggi, sehingga keberhasilan pentahelix yang kami terapkan, sangat diapresiasi oleh KEMENPAN-RB sebagai salah satu bentuk inovasi pembangunan.

Mulkan mengutarakan dengan adanya predikat ataupun penghargaan sebagai TOP-45 Inovasi Terpuji Pelayanan Publik Se-Indonesia, memberikan keuntungan bagi pemkab Bangka untuk penambahan anggaran tahun 2022 mendatang.

"Anggaran Insentif yang 8 miliar tersebutlah yang nantinya akan kita kelola dalam membangun spot-spot pelayanan publik yang ada di kabupaten Bangka," tegasnya.

Sumber: 
Bangkapos
Penulis: 
Magang2