Sungailiat, 26 Maret 2020 Peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu pilar penting yang dalam mendorong pembangunan manusia daerah yang berkualitas, Kualitas sumber daya manusia akan sangat menentukan tingkat daya saing suatu daerah ditengah masifnya persaingan global. Sejalan dengan hal tersebut, maka Pemkab Bangka pada hari Kamis (26/03/2020) bertempat OR Bangka Setara Kantor Bupati Bangka menginisiasi kegiatan Rembuk Stunting sebagai implementasi aksi ketiga dari delapan aksi konvergensi penurunan stunting dengan melibatkan seluruh stakeholders pembangunan sebagai bentuk komitmen Pemkab Bangka untuk melakukan percepatan penanganan dan penurunan stunting secara terintegrasi menuju zero stunting melalui penerapan konsep pentahelix dengan melibatkan unsur pemerintah, masyarakat/komunitas, swasta/pelaku usaha, akademisi dan media.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi (Aksi #1) dan rencana kegiatan intervensi (Aksi #2) penurunan stunting terintegrasi, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam penurunan stunting terintegrasi di kabupaten.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bapak Syahbudin selaku Wakil Bupati Bangka dan dihadiri oleh Ketua DPRD, Kepala Perangkat Daerah, perwakilan instansi vertikal, unsur kecamatan, desa, tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga/masyarakat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas multi dimensi dalam upaya penurunan stunting terintegrasi mengingat dampak negatif yang akan ditimbulkan baik dari aspek kesehatan maupun aspek financial. Penangan stunting tidak hanya terkait permasalahan gizi saja, namun juga terkait dengan penyediaan pangan yang bermutu, kualitas sanitasi, lingkungan bersih dan beberapa hal lain yang mendukung intervensi penanganan dan penurunan stunting, Selanjutnya, beliau sangat optimis jika melihat trend kinerja angka stunting yang terus menurun secara signifikan dalam 2 tahun terakhir dari 18,2 persen di tahun 2018 menjadi 8,9 persen di tahun 2020 maka dalam jangka pendek pada akhir tahun 2023 nanti Kabupaten Bangka akan menjadi daerah zero stunting.
- 15 reads

