BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Inovasi Pemkab Bangka berjudul Abang Timah untuk Bu Disa (Lahan Bekas Tambang Timah untuk Budidaya Padi Sawah) berhasil lolos Top 45 Sinovik yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI.
Hal ini diungkapkan Bupati Bangka Mulkan usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Bangka, Senin (27/07/2020).
"Alhamdulillah kita 13 Juli lalu melakukan presentasi dihadapan tim juri melalui daring terhadap inovasi pelayan publik berjudul Abang Timah Untuk Bu Disa yang masuk Top 99 Sinovik 2020 dan hari kita dapat kabar berhasil lolos masuk Top 45 Sinovik Kemenpan RB RI," kata Mulkan.
Diungkapkannya atas prestasi yang diraih ini biasanya akan mendapatkan reward atau apresiasi dari pemerintah pusat berupa penambahan Dana Insentif Daerah (DID).
"Biasanya kita akan mendapatkan lagi tambahan DID sekitar Rp 8 miliar lebih," ujar Mulkan.
Diakuinya setiap tahun Pemkab Bangka harus mengikuti lomba Sinovik Kemenpan RB ini, seperti pada tahun 2019 lalu melalui inovasi pelayanan publik bidang kesehatan yakni Si Dora (Donasi Donor Darah) juga berhasil mendapatkan reward berupa penambahan DID juga.
" Tahun 2020 ini kita membuat inovasi bidang pertanian dalam rangka ketahanan pangan kita," tukas Mulkan.
Sebelumnya Bupati Bangka Mulkan didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Elius Gani dan Kepala Bappeda kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto melakukan presentasi Sinovik menuju Top 45 Kemenpan RB, berjudul Abang Timah untuk Bu Disa (Lahan Bekas Tambang Timah untuk Budidaya Padi Sawah) secara daring di rumah dinas Bupati Bangka, Senin (13/07/2020).
Bupati Bangka Mulkan secara menyakinkan menjelaskan inovasi Pemkab Bangka berjudul Abang Timah untuk Bu Disa dihadapan Tim Panelis yang mengujinya, yaitu Dadan S Suharna Wijaya (unsur media) dan Prof Dr R Siti Zuhro (LIPI).
Mulkan dalam presentasinya mengatakan bermula dari 8 hektare lahan eks tambang timah kemudian akan direplikasikan para petani di Kabupaten Bangka di enam kecamatan menjadi seluas 575,3 Hektare dengan ditanami tanaman pangan lainnya, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
"Kita berharap dengan pemanfaatan lahan eks tambang, ke depan bisa meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Bangka. Hal ini terbukti dari angka presentase ketahanan pangan di Kabupaten Bangka meningkat dari angka 16,3 persen menjadi 19,2 persen," kata Mulkan..
Di saat Pemprov Babel masih dilema mengatasi masalah lahan eks tambang timah, justru Kabupaten Bangka telah memiliki solusi bagaimana mengelola kembali lahan eks tambang timah tersebut.
"Dipersilahkan kepada kabupaten/kota lain untuk mengadopsi aplikasi ini agar bisa mengatasi masalah eks lahan tambang timah yang banyak menjadi kolong-kolong di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepulauan Babel," ujar Mulkan.
Presentasi ini mendapatkan apresiasi dari tim panelis yang menguji aplikasi Abang Timah untuk Bu Disa yang masuk lomba Sinovik menuju Top 45 di Kemenpan RB ini
Menurut panelis aplikasi ini, menjawab semua masalah yang ada di Provinsi Kepulauan Babel dengan solusi dan pemecahan masalah lahan eks tambang timah yang dibiarkan terbengkalai selama ini.
(Bangkapos.com/Edwardi)
- 33 reads

