Pemerintah Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara mengunjungi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bangka pada hari Kamis 12 Desember 2019, rombongan ini berjumlah sembilan orang terdiri dari Staf khusus Bupati, Kepala Bappeda serta beberapa dari perwakilan OPD.
Para tamu ini disambut langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Ir. Pan Budi Marwoto,M.Si, Staf Ahli Bupati, para Kabid dan sejumlah OPD lingkup Kabupaten Bangka.
Kepala Bappeda Kab. Langkat selaku kepala rombongan mengemukakan tujuan kunjungan mereka ke Bangka terkait dengan penanganan stunting dan Pengelolaan Kota Layak Anak, “Kedatangan Kami ke Bangka karena kami menilai Bangka merupakan salah satu Kabupaten terbaik dalam percepatan penurunan stunting dan menjadi percontohan nasional, sehingga apa yang telah dilakukan di Bangka ini bisa kami ambil dan tiru dalam hal penurunan stunting di daerah kami (langkat), karena kami melihat Bangka sangat baik dalam penanganan stunting, dan kami juga ingin melihat bagaimana pengelolaan Kota Layak Anak di Bangka,” ungkap Sujarno
Pada kesempatan yang sama Kepala Bappeda Kabupaten Bangka dalam sambutannya juga mengemukakan akan keseriusan Kabupaten Bangka dalam hal percepatan penurunan stunting, hal ini mulai dari komitmen kepala daerah, OPD sampai level Desa. “Pemkab. Bangka memiliki komitmen yang tinggi terhadap penurunan stunting karena akibat stunting ini Pemkab Bangka mengalami kerugian secara ekonomi sebesar Rp. 292.9 – Rp.439.3 Milyar, serta 86% Kematian balita disebabkan oleh stunting, inilah mengapa sebabnya kami mengintervensi stunting ini dengan 7 (tujuh) Aksi Stunting terdiri dari: Pengelolaan Kelembagaan, Pengelolaan Advokasi, Pengelolaan Pernikahan, Pengelolaan Kehamilan, Pengelolaan Pengasuhan, Pengelolaan Pengasuhan, Pengelolaan Sanitasi dan Pengelolaan Inovasi,” Jelas Pan Budi.
Target yang fantastis yang akan dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Bangka pada tahun 2023 tidak terdapat lagi kasus stunting. “Pemkab. Bangka menargetkan zero stunting (nol kasus stunting) pada tahun 2023, tentunya upaya ini harus dimulai dengan penguatan perencanaan yang terintegratif dan pendekatan secara kolaboratif melibatkan semua pemangku kepentingan.” Ujar Pan Budi. Target ini cukup realistis mengingat kasus stunting terus menurun secara konsisten dan linearitas tiap tahunnya.
Sebagai informasi Kabupaten Bangka telah berhasil menurunkan angka stunting dari 32,27% tahun 2013 menjadi 8,9% per Februari 2019 dan turun lagi menjadi 4,52% per Oktober 2019.
Banyak hal yang telah dilakukan Pemkab Bangka dalam hal percepatan penurunan stunting diantaranya melalui inovasi-inovasi yang sudah dilakukan Pemkab Bangka terkait dengan penanganan stunting “Berbagai inovasi sudah kami lakukan dan alhamdulillah selama 4 (empat) tahun berturut-turut Pemkab Bangka mendapatkan Top 45 Sinovik (Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik) dan membuat Bangka mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pusat,” ujar Pan Budi
- 138 reads

