Primary tabs

KABUPATEN BANGKA SALAH SATU KABUPATEN TERBAIK DALAM PENANGANAN STUNTING DI INDONESIA

Body: 

Prestasi terbaik kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bangka di bidang pembangunan kesehatan. Penghargaan bergengsi ini terkait dalam hal keberhasilan dalam penanganan stunting (anak kerdil) di Indonesia. Isu stunting (anak kerdil) saat ini menjadi agenda utama pemerintah pusat bahkan dunia untuk segera di atasi. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat mendorong seluruh pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam percepatan penanganan stunting. Keterlibatan pemerintah daerah dimulai dari penguatan perencanaan program dan kegiatan dalam mengintervensi permasalahan anak gagal tumbuh.
Keberhasilan dalam mendukung konvergensi percepatan pemerintah pusat oleh Pemerintah Kabupaten Bangka menunjukkan proses formulasi perencanaan di bidang kesehatan yang telah dirancang berada pada jalur yang tepat. Perencanaan ini telah disusun secara terintegrasi dengan perencanaan pada tingkat organisasi lainnya yang semuanya diarahkan untuk mendukung percepatan pencapaian pengentasan stunting. Secara kelembagaan, penanganan stunting juga dilakukan oleh beberapa organisasi Perangkat Daerah antara lain dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas pangan, dinas pertanian, dinas Pekerjaan Uumum, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kecamatan, dan Pemerintahan Desa.
Target yang fantastis yang akan dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Bangka pada tahun ke mendatang di Kabupaten Bangka tidak terdapat lagi kasus stunting. “Kita menargetkan di Kabupaten Bangka zero stunting (nol kasus stunting) pada tahun 2023, tentunya upaya ini harus dimulai dengan penguatan perencanaan yang terintegratif dan pendekatan secara kolaboratif melibatkan semua pemangku kepentingan.” Ujar Bupati Bangka, Mulkan. Target ini cukup realistis mengingat kasus stunting terus menurun secara konsisten dan linearitas tiap tahunnya. Dipredikasikan pada tahun 2023 terget ini dapat tercapai target penurunannya secara tepat. Tambah Mulkan, Bupati Bangka.
Informasi pencapaian Pemerintah Kabupaten Bangka di bidang penanganan stunting diperoleh pada saat rapat fasilitasi oleh Sekretariat Wakil Presiden dalam acara Rapat Kerja Teknis Pemetaan Program, Kegiatan, dan Sumber Anggaran dalam mendukung Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (Tumbuh Kerdil). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novila Sungailiat tanggal 30 Juli-1 Agustus 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari penguatan perencanaan dalam percepatan penanganan stunting yang melibatkan pemerintah pusat.
Peserta Rakertek ini terdiri dari seluruh OPD terkait, Kepala Puskesmas dan seluruh Kades yang termasuk lokus stunting. Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Kabupaten Bangka Ahmad Mukhsin, dalam paparannya Beliau menjelaskan bahwa Kabupaten Bangka merupakan salah satu dari 60 kabupaten prioritas nasional tahap 2 tahun 2019 dan merupakan perluasan lokasi yang telah menjadi fokus intervensi stunting terintengrasi di tahun 2018 dan 2019 dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan anak kerdil (stunting).
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi balita stunting di Kabupaten Bangka sekitar 32,2% dan ditetapkan 10 desa oleh TNP2K dan BAPPENAS sebagai wilayah prioritas tahap kedua pada tahun 2019. Desa tersebut adalah Desa Rukam, Air Duren, Kota Kapur, Riding Panjang, Mendo, Maras Senang, Penagan, Cengkong Abang, Neknang, dan Saing. Angka prevalensi balita stunting Kabupaten Bangka terus menurun hal ini terlihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, yaitu baduta stunting 18,2% dan balita stunting 23,9%, angka ini menurun per 13 februari 2019 yaitu sesebar 8,9%.
“Kita Harus bekerja sama dalam hal ini antar OPD harus saling bersinergi dalam mengatasi masalah stunting ini, mulai dari Pusat, Provinsi, Kabupaten sampai pada level Desa,” ujar Plt. Sekretaris Daerah, Akhmad Mukhsin.
Pemerintah Kabupaten Bangka mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Tim fasilitasi Sekretariat Wakil Presiden serta mengharapkan rapat kerja teknis ini dapat diikuti para peserta dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi dari seluruh peserta sehingga dapat menghasilkan perencanaan yang berkualitas dengan keluaran kegiatan pemetaan program, kegiatan dan sumber anggaran yang sangat berguna dalam memacu konvergensi percepatan penurunan dan pencegahan anak kerdil (stunting) di Kabupaten Bangka pada level zero stunting di tahun 2023. Ujar Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto.

Sumber: 
Bappeda
Penulis: 
Normah, S.Ag, M.Pd