Primary tabs

Tarmizi Diuji Enam Profesor Soal “Simpanan cantik”

Bupati Bangka H Tarmizi Saat melakukan paparan program Pemkab Bangka di depan enam profesor sekaligus yakni Prof Siti Zuro, Prof Eko Prasojo, Prof Nurjaman Mochtar, Prof. Wawan Sobari dan Prof. Teguh Wiedjinarko (Panelis kehormatan) pada tanggal 11 Juli 2018.
Ia memaparkan mengenai Simpanan Cantik, yakni sistem pelayanan cepat akurat dan tepat medik yang dijalankan di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka.
"Enam profesor yang ngetes saya , dengan penuh rasa penasaran dan ketertarikan mereka terhadap inovasi ini hingga waktu yang disediakan melebihi 7 menit waktu normal yang disediakan." kata Tarmizi kepada bangkapos.com, Rabu (11/7/2018).
Prinsip system aplikasi tersebut adalah memangkas waktu pelayanan medis di RSUD Depati Bahrin baik di poliklinik maupun di rawat inap dengan percepatan order penunjang medis (laboratorium/ radiologi) sekaligus pembacaan hasil pemeriksaannya serta pemberian resep obat melalui system aplikasi ini yang sudah berada di smartphone Dokter Penangung jawab Pelayanan (DPJP). Menurutnya aplikasi ini sangat unik karena selain belum pernah ada di Indonesia aplikasi ini juga bisa di gunakan DPJP memantau pasien 24 jam dengan menghadirkan status pasien di android mereka.
"Caranya bagaimana, pasien yang datang ke poliklinik sudah diperiksa dokter namun ketika itu dokter harus meninggalkan poliklinik dikarenakan sesuatu hal yang urgent maka DPJP bisa mengirim permintaan pemeriksaan penunjang medis melalui androidnya dan ketika hasil penunjang medis sudah ada, dpjp bisa langsung membacanya dan bisa menentukan diagnosa serta membuat resep yang selanjutnya akan terkirim ke ruang farmasi hanya melalui androidnya. Saat itu pasien bisa langsung mendapatkan obat meski tidak harus ketemu dengan dokternya lagi,” jelas Tarmizi.
Sedangkan untuk pasien di ruang rawat inap, pemantauan pasien yang menjadi tangung jawab dpjp dapat dilakukan selama 24 jam full, permintaan dan pembacaan hasil pemeriksaan penunjang medis dan advice tindakan/ obat dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun dpjp berada. Tambah Tarmizi.
Menurutnya,aplikasi simpanan cantik ini merupakan upaya baru yang sangat efektif dalam memangkas waktu pelayanan medis, menurunkan tingkat kematian, dan lebih effisien. Jika program ini berjalan lancar maka bisa mengirit dana masyarakat sebesar Rp 12 milyar per tahun.
"Masyarakat tidak perlu ninggalkan pekerjaan selama berhari- hari seperti dulu karena sekarang pelayanan di poliklinik selesai dalam 2 jam saja, yang dulunya harus 2 hari pasien bolak balik ke RSUD untuk sekali berobat dikarenakan terlambatnya dpjp mendapatkan hasil peeriksaan penunjang medis yang berdampak lambatnya pemeberian obat kepada pasien. Bayangkan saja Kalau satu kali proses berobat masyarakat harus menjalaninya selama dua hari bolak balik maka kerugian financial yang di derita masyarakat sekitar 24 Milyar lebih dalam setahun," tegas Tarmizi.
Aplikasi ini sudah dipaparkannya pada presentasi hasil sinovik 99 di Jakarta. Aplikasi tersebut bisa diterapkan di seluruh rumah sakit yang ada Indonesia. Penerapan aplikasi ini tidak memerlukan biaya yang besar, tidak memerlukan SDM yang banyak dan hanya membutuhkan konektivitas internet yang tidak mahal.
"dokter Jasminar (Direktur RSUD DB Kabupaten Bangka-red) bilang ke dokter DPJP untuk terus memanfaatkan aplikasi ini sesuai dengan peraturan yang telah dikeluarkan Bupati Bangka dan agar terus di update fitur- fitur yang ada di aplikasi ini termasuk dalam pelayanan pasien melalui SISRUTE Kabupaten Bangka, kita harus terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. " pesan Tarmizi.
Begitu juga program-program lainnya yang diluncurkan Pemkab Bangka seperti Bunaktuslah (Perburuan Anak Putus Sekolah), Bunatuhiri (Perburuan Orang Tua Hidup Sendiri), Semari (Sedekah Lima Ratus Sehari), Rulahu(Rumah Layak Huni) dan lainnya harus berjalan.

Sumber: 
Bappeda
Penulis: 
pan budi marwoto