Primary tabs

Pemkab Bangka Beri Penghargaan Bagi Desa Taat Pajak

Body: 

Sungailiat - Guna meningkatkan pendapatan daerah dari sektor perpajakan, Pemerintah Kabupaten Bangka memberikan penghargaan bagi desa dan individu yang telah membayar pajak secara rutin. Penyerahan tersebut dilaksanakan di Hotel ST12 Sungailiat, Rabu (2/12/2020).

Sebanyak sebelas desa yang ada di Kabupaten Bangka menerima penghargaan tersebut dengan capaian sebesar seratus persen. Kesebelas desa tersebut yaitu Payabenua, Zed, Labuh Air Pandan, Kotawaringin, Labu, Jada Bahrin, Dwi Makmur, Kapuk, Mangkak, Bukit Layang dan Lumut.

Bupati Bangka, Mulkan SH MH saat penyerahan penghargaan tersebut menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada desa yang telah mencapai target dalam pembayaran pajak. Mengingat besarnya kontribusi pajak bagi pembangunan dan pendapatan asli daerah.

"PBB merupakan potensi dari pendapatan asli daerah, sehingga potensi tersebut perlu kita kembangkan dan gali agar dapat diraih dengan maksimal. Meskipun PBB kita tidak sebesar kota kota besar lainnya tetapi sangat berpengaruh bagi kita," ungkap Mulkan.

Selama dua taun terakhir capaian pendapatan pajak Kabupaten Bangka melebihi dari target yang ditetapkan. Tercatat pada tahun 2019 lalu 101,80 persen dan pada tahun 2020 ini meningkat menjadi 104 persen dengan perolehan 7,4 milyar lebih.

Hal ini menandakan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bangka guna mendorong para wajib pajak untuk membayar pajaknya. Kesuksesan tersebut tak lepas dari pada inovasi serta layanan yang memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran pajak.

"Kami menekankan kepada seluruh pegawai di Lingkungan Pemkab Bangka untuk melunasi pajak PBB. Selain itu bagi setiap desa dilakukan secara dor to dor guna memungut pajak dari rumah ke rumah oleh aparat desa," tutur Mulkan.

Selain itu dirinya menghimbau kepada seluruh desa untuk dapat menggali potensi potensi yang ada di desanya. Sehingga kedepannya Kabupaten Bangka tidak terlalu bergantung dengan dana transfer dari pusat.

"Kedepannya kita tidak dapat hanya bergantung dengan dana dana transfer dari pusat. Maka galilah potensi desa tersebut baik air, tanah, hingga pariwisata guna membangun kemandirian desa," pungkas Mulkan.

Sumber: 
Dinkominfotik
Penulis: 
A. Mangatas