Primary tabs

PDP Meninggal Dunia di RSUD Depati Bahrin, Pemakaman Dilakukan SOP Covid-19

Body: 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Bangka Boy Yandra mengatakan satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atas nama Rbt (53), warga Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka yang dirawat di Rumah Sakit Umm Daerah (RSUD) Depati Bahrin (DB) Sungailiat meninggal dunia pada pukul 18.00 WIB, Sabtu (09/05/2020) sore.
Jenazahnya dimakamkan dengan SOP Covid-19 di Pemakaman Umum Kemujan Sungailiat pada pukul 01.05 WIB, Minggu (10/05/2020) dini hari.
"Proses mediasi pihak keluarga untuk pemakaman membutuhkan cukup lama sekitar 4 jam, setelah itu baru dapat kepastian Rbt dimakamkan di pekuburan Kemujan Sungailiat hingga pukul 01.05 WIB, Minggu (10/05/2020) dini hari," kata Boy Yandra, Minggu (10/05/2020).
Ditambahkannya, langkah penanganan selanjutnya dilakukan pemeriksaan Rapid Test terhadap anggota keluarga.
"Untuk Rbt sendiri sudah dilakukan Rapid Test dimana hasilnya non reaktif, sedangkan hasil uji lab swabnya belum keluar dari Balitbang Kemenkes RI," ujar Boy Yandra.
Dilanjutkannya bagi yang pernah kontak dengan Rbt, terutama keluarga, yakni istri dan anak juga akan dilakukan pengambilan sampel Swab untuk diuji di laboratorium Balitbang Kemenkes RI.
" Himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tekanan dan diskriminasi terhadap orang-orang yang berstatus ODP, OTG, PDP , sebaiknya berikan dukungan agar mereka bisa menumbuhkan imunitas tubuhnya," harap Boy Yandra.
Sebelumnya diketahui PDP ini masuk RSUD Depati Bahrin pada tanggal 7 Mei dan tanggal 8 Mei diperiksa rontgen ada indikasi pneumonia dan Demam Berdarah Dengue (DBD), Hb dibawah 10, trombosit 32 ribu, DBD positif , limposit 1,8 persen, hasil rontgen pneumonia.
Ditambahkannya, setelah diketahui hasil rontgen maka tanggal 8 Mei sore dimasukkan ke ruang isolasi PDP RSUD DB Sungailiat.
"Untuk hasil Rapid Test pasien nonreaktif, sedangkan uji lab Swab pasien belum keluar masih menunggu hasil lab," ujar Boy.
Ditambahkannya, riwayat pasien ini tidak pernah pergi ke daerah zona merah, hanya saja anak pasien baru pulang dari Yogyakarta pada bulan Maret lalu.

Sumber: 
Bangkapos
Penulis: 
Edwardi
Tags: 
Inovasi Pelayanan Publik Covid-19